Kontraktor Kubah Masjid Demak

Masjid Demak saat ini sudah berumur 528 th.. Bangunan ini adalah masjid tertua di Jawa serta adalah satu diantara cikal akan perubahan Islam di Pulau Jawa, hingga kerajaan Islam di Banten.

Konon masjid yang didirikan oleh 9 wali ini di bangun cuma dalam 1 malam. Sayangnya bangunan yang berdiri th. 1478 Masehi ini, tidak dapat di nikmati selama seharian. Lantaran masjid ini di buka untuk umum cuma pada sholat Jum’at, Idul Fitri serta Idul Adha saja.

Fungsi Wali Songo sangat besar dalam penyebaran agama Islam di Jawa. Mereka lakukan dalam lingkungan penganut agama Hindu yang sangat kental, yang pada saat itu adalah keyakinan sebagian besar orang-orang Jawa. Mereka berdakwah lewat pendekatan sebagai rutinitas orang-orang setempat seperti kebiasaan kesenian dan ritual-ritual lain. Dengan perjuangan mereka, pada akhirnya agama Islam bisa di terima sebagai kepercayaan beberapa besar orang-orang Pulau Jawa.
kubah masjid

Bahkan juga seseorang ulama, terpenting di Jateng, KH. Ali As’ad menyampaikan kalau ajaran Islamlah yang paling cocok dengan sikap Jawa. Misalnya saja sikap lemah lembut yang diutamakan dalam Al-Qur’an, yaitu sikap orang-orang Jawa biasanya.

Meskipun gampang di terima, bukanlah bermakna dakwah Islam tak alami kendala. Pertentangan nampak dari kerajaan-kerajaan yang telah mengakar di lokasi itu. Satu diantara misalnya yaitu kerajaan Majapahit yang dengan sengit menghalangi dakwah Islam. Di sinilah peran Walisongo diuji, hingga pada akhirnya Islam alami kejayaan pada saat Kerajaan Demak, yang juga adalah kerajaan Islam pertama di Jawa.

Raja Demak pertama yaitu Raden Fatah, yang oleh Walisongo di beri gelar Sultan Syeh Fatah. Di saat ini Islam alami kejayaan serta perkembangan yang cepat. Perubahannya meluas hingga ke Jawa barat, yang lalu diikuti oleh berdirinya kerajaan Islam di Banten. Lambang kejayaan Islam itu tampak dengan dibangunnya Masjid Demak. Masjid ini tidak cuma tempat beribadah paling besar waktu itu, namun juga pusat dakwah Islam hingga ke semua pelosok nusantara.

Di bangun satu malam
Gagasan pembangunan masjid ini disetujui sebagian Wali Allah yang kita kenal dengan Walisongo. Mereka setuju membangun Masjid di lokasi Demak, mengingat pusat lokasi ini yang strategis serta adalah kerajaan Islam pertama di Jawa.
Beberapa Wali itu yaitu Sunan Bonang dari Lasem, Sunan Tuban, Sunan Gunung Jati dari Cirebon, Sunan Ampel serta Sunan Kalijaga, Sunan Kadilangu serta Sunan Demak. Menurut narasi, masjid ini di bangun cuma dalam tempo 1 malam. Pembangunannya diawali selepas sholat Isya’ serta mendekati sholat subuh, masjid telah bisa digunakan untuk berjama’ah sholat subuh.

Ciri khas yang terlihat pada bangunan ini yaitu, masjidnya mempunyai 3 kubah. Semasing kubah melambangkan filosofi tingkat kehidupan manusia, dalam hubungan dengan Allah, yakni Iman, Islam serta Ihsan. Sedang mustaka masjid itu, terbuat dari tembaga seberat 250 kg. berhiaskan 4 pojok bunga padma (teratai), didalam kelopak atas bunga teratai itu, tersimpan mustaka yang konon diisi nasi liwet yang dikeringkan (kerak nasi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *