Masalah Obesitas yang Wajib Anda Waspadai!

kegemukan atau obesitas

Faktor Faktor Penyebab Obesitas Atau Kegemukan

Faktor-faktor berikut meningkatkan risiko seseorang mengalami sindrom metabolik:

  • Usia. Risiko sindrom metabolik meningkat dengan usia. Sekitar 40% orang yang berusia di atas 60 tahun mengalami sindrom metabolik.
  • Ras. Orang-orang Hispanik dan Asia tampaknya berada pada risiko yang lebih besar dari sindrom metabolik dibanding orang dari ras lain.
  • Kegemukan. Herat badan yang berlebihan meningkatkan risiko sindrom metabolik, terutama untuk orang yang memiliki bentuk tubuh buah apel daripada bentuk tubuh pir.
  • Obesitas sentral. Perempuan dalam masa perimenopause dan menopause cenderung menumpuk lemak di sekitar pinggang dan pinggul, sehingga berisiko mengalami sindrom metabolik.
  • Diabetes. Anda lebih berisiko menderita sindrom metabolik jika pemah mengalami diabetes selama kehamdan (gestational diabetes) atau jika Anda memiliki riwayat keluarga diabetes tipe 2.
  • Penyakit lainnya. Risiko sindrom metabolik lebih tinggi jika Anda pernah memiliki penyakit kardiovaskular, penyakit hati berlemak atau sindrom ovarium polikistik.

Menderita obesitas atau kegemukan dapat meningkatkan risiko mengembangkan komplikasi diabetes dan penyakit kardiovaskular, Jika Anda tidak membuat perubahan gaya hidup untuk mengontrol resistensi insulin, kadar glukosa Anda akan terus meningkat. Anda dapat mengembangkan diabetes sebagai akibat dari sindrom metabolik.

Obesitas Atau Kegemukan

obesitas atau kegemukan

ibandingkan usia 20-30an, obesitas di usia 40 ke atas jauh lebih mempengaruhi kesehatan kita. Penelitian dari pusat studi kesehatan Belanda, Annals of Internal Medicine, menunjukkan bahwa menjadi gemuk ketika kita memasuki usia 40 atau lebih dapat mengurangi tujuh tahun hidup kita. Bagi mereka yang obesitas dan merokok, akibatnya jauh lebih parah karena kedua hal tersebut dapat mengurangi tiga belas tahun hidup kita.

Obesitas itu sendiri bukanlah penyebab masalah kesehatan, itu hanyalah gejala yang dapat berkaitan dengan diabetes tipe 2, penyakit jantung, serta tekanan darah tinggi. Sejumlah penelitian juga menunjukkan hubungan antara obesitas dan berbagai kondisi medis serius, seperti: depresi, peningkatan asam lambung, kesulitan tidur, penyakit asam urat, osteoarthritis, penyakit kandung empedu, penyakit ginjal, kolesterol tinggi, arteri koroner, stroke, penyakit paru-paru dan lain-lain.

Penyebab Obesitas

Ada dua hal utama yang menyebabkan seseorang terkena obesitas yaitu pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik. Orang yang banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori dalam bentuk gula dan lemak, ditambah gaya hidupnya yang tidak banyak bergerak, akan rentan untuk mengalami obesitas.

Selain faktor makanan dan gerak fisik, obesitas juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan seperti hipotiroidisme (kurangnya produksi hormon oleh kelenjar tiroid), obat-obatan, atau faktor genetika.

Jika kita ingin tetap sehat dan terhindari dari semua penyakit yang muncul bersama kelebihan berat badan, kuncinya terletak dalam pencegahan obesitas. Jangan terjebak dalam pemikiran bahwa “jika orangtua saya gemuk, maka saya sudah pasti gemuk.” Genetika memiliki peran yang sangat kecil sebab obesitas cenderung merupakan basil dari penerapan gaya hidup yang salah.

 

Mengukur Tingkat Obesitas Tubuh Kita

kegemukan atau obesitas

Cermin tidak dapat memastikan dengan tepat apakah kita termasuk langsing atau gemuk. Dunia medis menghitung tingkat kelebihan berat badan atau obesitas melalui Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index/BMI). Orang dewasa dengan BMI lebih dari 25 digolongkan sebagai kelebihan berat badan dan seseorang dengan BMI lebih dari 27 adalah obesitas. Baca juga cara menghitung imt (index masa tubuh)

Rumus untuk BMI adalah berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan tinggi badan kali tinggi badan (dalam meter), atau:

Berat badan (kg)

BMI= ————————- ————–

Tinggi badan X Tinggi madan (m)

O Contoh cara menghitung BMI:

Contoh 1: Berat badan Anda 65kg dan tinggi badan 1,70m (170cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau BMI Anda ?

BMI = 65kg 7(1,70×1,70)

BMI = 22,49 H Normal

Contoh 2: Berat badan Anda 82kg dan tinggi badan 1,78 (178cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau BMI anda ?

BMI = 82kg / (1,78 x 1,78)

BMI = 25,8 ^ Obesitas

Kategori BMI (Body Mass Index)

Berikut ini adalah Tabel Indeks Massa Tubuh atau BMI berdasarkan Departemen Kesehatan RI yang dibagi menjadi kategori BMI untuk laki-laki dan kategori BMI untuk perempuan. Obesitas pada ibu hamil juga bisa diatasi dengan sering mengkonsumsi buah pisang. Baca juga manfaat buah pisang bagi ibu hamil.

Kategori BMI untuk Laki-laki

Nilai BMI Kategori
< 17 Kurus
17-23 Normal
23-27 Kegemukan
> 27 Obesitas
Kategori BMI untuk Perempuan

 

 

Nilai BMI Kategori
< 18 Kurus
18-25 Normal
25-27 Kegemukan
> 27 Obesitas
Sumber : Departemen Kesehatan RI

 

 

t 43 ,1

-52>

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *