Pertumbuhan Bisnis Forex di Era Modern

Pasar forex merupakan pasar produk keuangan paling likuid di dunia. Pihak yang terlibat di dalamnya sangat banyak, mulai dari bank investasi, bank sentral, investor perorangan, spekulan, pemerintah hingga perusahaan eskpor. Kalau pada tahun 2010 lalu nilai transaksi forex mencapai nyaris US$4 triliun, maka kini angkanya diklaim sudah sampai di kisaran $5 triliun per hari. Perputaran uang yang fantastis membuat pasar forex tidak bisa dikendalikan siapapun. Aktivitas trading dilakukan secara fair dan transparan.

Menurut informasi dalam jurnal ‘Foreign Exchange’ dan ‘Concise Ensiklopedia of Economics’, persentase trading forex di pasar uang London mencapai 36,7% dari total transaksi dunia. Tidak heran kalau akhirnya ibukota Inggris ini didapuk sebagai pusat perdagangan mata uang. Di belakangnya menyusul Amerika Serikat dengan 17,9% dan Jepang dengan 6,2%.

Pada bulan April 2013, untuk pertama kalinya Singapura melewati Malaysia dalam kriteria nilai transaksi forex. Negara ASEAN tersebut mencetak volume transaksi forex sekitar $383 miliar per hari. Dengan demikian maka peta volume perdagangan forex dunia menjadi berubah yakni London (41%), Amerika Serikat (19%), Singapura (5.7)%, Jepang (5.6%) dan Hong Kong (4,1%).

Peningkatan nilai transaksi terjadi karena banyak negara mulai membuka ruang bagi praktik perdagangan aset derivatif (seperti kontrak berjangka dan option). Beberapa negara maju juga sudah memiliki neraca modal yang convertible. Meskipun masih banyak pula negara berkembang yang belum memperbolehkan trading forex derivatif karena mereka mempunya capital control-nya sendiri. Beberapa negara emerging yang sudah membuka ruang soal perdagangan derivatif antara lain Korea Selatan, Afrika Selatan dan India. Aktvitas trading forex meningkat sekitar 20% antara April 2007 dan April 2010. Kenaikan terus terjadi setiap tahun hingga sekarang karena berbagai faktor, antara lain:

1.Forex semakin diakui sebagai kelas aset
2.Lonjakan frekuensi trading dari trader-trader institusi dan perorangan
3.Meningkatnya kontribusi investor retail terhadap total nilai trading forex dunia

Kemajuan teknologi telah membuat akses pasar terbuka lebar sekaligus menurunkan biaya transaksi. Jumlah likuiditas di pasar juga semakin bertambah sehingga trader makin tertarik untuk ambil bagian. Forex sudah dianggap sebagai produk keuangan alternatif yang mampu memberikan keuntungan di tengah kondisi ekonomi apapun.

Masyarakat Indonesia kini bisa dengan mudah mengakses pasar forex dunia. Melalui pasar berjangka, transaksi mata uang asing bisa dilakukan kapanpun dan di manapun hanya dengan memakai perangkat laptop, PC tablet dan bahkan smartphone. Selain itu, banyak sekali media dan portal berita yang memuat informasi seputar trading forex Indonesia, sehingga calon investor tidak perlu takut ketinggalan berita soal pergerakan harga. Namun demikian, harus diketahui bahwa jenis investasi ini juga mengandung risiko kerugian terlepas dari besarnya potensi keuntungan yang bisa diberikannya. Nasabah perdagangan berjangka harus memahaminya sebelum memutuskan untuk transaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *